Hidup bukan untuk berdiam diri,
hidup ada untuk kita jalani
Cobaan bukan untuk ditakuti, Cobaan harus kita hadapi
Bagai mengarungi lautan lepas, menghadpi ombak badai” (So7, 2011)
Begitulah yang terjadi dalam kehidupan penggalan lagu diatas salah satu yang memotivasi diri ini untuk menulis beberapa kalimat ini. Sejak sabtu malam tanggal 14 Mei 2011 masih ada rasa ragu untuk menjalankan tantangan ini ya tantangan yang bermakna peluang memberikan kesempatan untuk mengolah diri ini lebih dari sebelumnya. Jujur hati ini masih belum mantap untuk melangkah mengikuti alur ini karena menjadi pandega bhakti memang bermakna sangat luas dan dalam bagi diri ini. Namun sesusai dengan penggalan lagu diatas hidup ini bukan untuk berdiam diri, walaupun ada perasaan tidak snggup dengan melihat segudang aktiftas sebagi mahsiswa peternakn UNDIP. Diri ini mencoba dengan berbekal keterbatasan yang ada dan penguatan keyakinan memandang kedepan moncoba mengatakan BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM..melangkah menuju pandega BHAKTI racana Diponegoro.
Dibait pertama…dibait pertama..sekuat kaki ini mencoba berlari (S07,2011)
Mencoba menganalisa apa yang menjadi munculnya kata tidak mantap dalam hati ini, penyebab utamanya adalah dengan latar belakang kekurangan diri sebagi makhluk yang tidak sempurna, terutama dalam segi loyalitas yang masih jauh mendapatkan nilai terbaik bagi racana diponegoro meskipun diri ini dipercaya dalam kedudukan yang sangat strategis sebagi pemangku adat rasanya masih jauh dalam kata maksimal untuk menjalakna tugas, seperti halnya menyeimbangi kinerja parner yang baik, mendampingi setiap ARD serta memberikan Tauladan. Kekurangan yang tidak kalah pentingnya adalah mobilitas yang masih tinggi selain sebagai mahasiswa fakultas PETERNAKAN undip yang notabene mempunyai jadwal praktikum yang banyak, Alhamdulillah diri ini hadir di racana Diponegoro karena mendapatkan kesempatan sebagi Etoser, namun ada tantangan tersendiri yang membedakan diri ini sebagai etoser sekaligus ARD dengan ARD lain, yaitu dalam kefokusan dan pembagian komitmen diri ini meyakini bukan menjadi gangguan atau halangan hanya saja menjdi kekurangan diri dalam kefokusan untuk racana diponegoro secara full.
Coba rebahkan naluri itu…
Pejamkanlah Matamu dan Percayakan Pada hatimu (So7,2005)
Ada sebuah keyakinan diri ini yang muncul dan dapat membangun rasa percaya diri setalah menganalisa beberapa peluang yang mungkin bisa di maksimalkan dalam diri ini. Tidak dipungkiri diri ini mempunyai beberapa karakter yang baik untuk di dukung seperti :
- Berani mengambil resiko, penyuka tantangan
Seperti halnya status diri ini sebagai ARD sekaligus Etoser, begitu panjang perjuangan yang dihadapi untuk meyakinkan diri ini dan para pendamping dari pihak etos sebelum diri ini dikatakan sebagi ARD namun perjuangan ini tidak terlapas dari bantuan dan bimbingan mbak Umi Hani yang memberikan sinyal paham yang sama dan begitu juga dengan kakak-kakak terdahulu yang sebelumnya menjadi etoser sekaligus ARD. Banyak konsekwensi yang saya dapatkan namun di samping itu begitu banyak hikmah yang saya dapatkan pula.
- Inovatif, Kreatif, Mungkin karakter ini belum dapat dilihat secara langsung untuk racana Diponegoro, akan tetapi bagi diri ini dikehidupan sehari-hari karakter inovatif sering tampak semisalnya dalam memanfaatkan suatu peluang, menyajikan sesuatu atau memaki suatu barang dll. Contohnya pemakain jilbab, pembuatan buku agenda pribadi dan menggunakan kesempatan yang baik untuk menambah jam terbang,
- Supple, komunikasi terbuka
Salah satu karakter diri ini, siap ditempatkan dimanapun, dengan siapapun, dalam kondisi apapun. Dari berbagi pengalaman menghadapi tantangan Alhamdulillah diri ini dipercaya memiliki banyak teman, tahan banting dalam kondisi apapun dalam segi emosional. Selalu memahami lawan bicara, teman, kerabat dan sahabat. Masih di percaya sebagi tempat mencurahkan hati dan berkeluh kesah berbagai teman, sahabat dan kerabat.
Tak pernah kita pikirkan ujung perjalanan ini
Dan tak usah kita pikirkan ujung perjalanan ini
(So7, <2000)
Rangkaian kalimat diatas jauh dari kata pamer atau apapun itu, hanya saja diri ini mencoba untuk memandang kedepan memperkuat diri untuk selalu bearada dalam jalan-Nya, soma ke Ridhoan Allah SWT selalu menyertai perjalanan hamba. Dengan keimanan dan slalu mencoba dalam ketakwaan serta kewhormatan (Dasa darma dan tri satya) diri ini siap melaju, berlayar dalam lautan bebas kehidupan untuk membangyn kejayaan racan Diponegoro.
Akan ada harapan Sekali lagi seperti dulu…
Karena hidup harus berputar biarlah berputar…
(so7, 2005).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar