AHLAN WASAHLAN

WILUJENG SUMPING DI WEWENGKON SIMKURING NU RESEP CURAT CORET TEU NGANGGO PULPEN JEUNG KERTAS MINANGKA NGABEUBEURAH SORANGAN MANAWI WE AYA MANFAAT NA KANGGO SAMPEAN HATURNUHUN TOS SINDANG KA DIEU ULAH HILAP SINDANG DEUI NYA....HATURNUHUN

Jumat, 25 Mei 2012

Pernahkah merasakan hati itu resah, bimbang, gelisah, kangen tapi ga jelas karena apa namun ada sekilas bayangan tentang seseorang. orang itu bisa lawan jenis kita yang kita respon sifat simpati atau bahkan kita respon sifat anti pati.
Rasa itu memang sangat campur aduk seperti es campur kota P yang hambar, atau seperti gado-gado kota S yang manisnya memusingkan. eum namun dilain waktu rasa itu memberikan kenikmatan dan ke kenyangan kenapa coba karena dengan datangnya rasa itu kadang tidak mau makan gitu deh....hayo pernahkah merasakannya?
Lagu tentang jatuh cinta berjuta rasanya memang betul. hal itu lazim terjadi disetiap insan yang Normal. tidak kenal jeniskelamin, usia, atau apapun itu jatuh cinta pasti mengalaminya. jujur saja diri ini sering mengalaminya di berbagai situasi yang pastinya dikarenakan banyak faktor pendukung.
Tapi jika kita tidak bisa mengendalikanya maka rasa itu akan menguasai emosi kita dan kesadaran kita Naudzubillahimindzalik ya Alloh. Jujur diri ini pernah merasakan samapai hal yang tidak disangka sampai dri ini menagis semalam hoho..bagaikan lagu Audi ya...tapi memang tidak bisa dipungkiri hal itu memang sudah terjadi.
Diri ini kaum hawa yang biasa humanis seperti yang lainya, mengagumi salah seorang kaum adam yang belum tentu orang itu memahami perasaan ini. karena orang itu memang belum pernah bertemu langsung dengan diri ini hanya saja kami agak sedikit sering berkomunikasisi lwat yahoo messengger. Tapi bukan orang asing bgt sih...dia masih satu visi hidup.
Alhasil rasa itu memang tidak bisa terpendam begitu saja, Kini diri ini banyak melakukan banyak hal untuk melupakan atau menghentikan rasa itu. Semua itu memang bukan kegiatan yang mudah seperti halnya membalikan telapak tangan hoho...
Alhamdulillah akhir-akhir ini rasa itu memberikan semangat baru untuk melakukan kegiatan yang lain yang pastinya bermanfaat..
Trimaksih ya Alloh atas anugrahmu tentang rasa itu. semoga rasa itu tidak membuat hamba lalai dengan Mu.

Kamis, 24 Mei 2012

Tiga Warna Manusia

Mamah selalu bilang keadaan manusia di dunia ini ada tiga warna. warna pertama yaitu sifat simpati yang kedua sifat biasa yang terakhir sifat antipati.
jadi setiap manusia pasti memiliki tiga sifat itu kerika berhubungan dengan oranglain atau kata lain ketika dia merespon kepada orang lain. Seperti diri ini memberikan respon yang berbeda kepada ketiga teman saya misalnya si A, si B,dan si C. Diri ini memberikan sifat simpati ke si A dan diri ini memberikan sifat Biasa saja ke si B tapi ke si C diri ini memberikab sifat antipati. Berarti beberapa orang lain juga memberikan ketiga sifat yang sama pada diri ini.

bagaimna dengan kamu sudahkah menyadari itu?
Diri ini pun baru menyadari setelah usia ini kepala dua. Mamah trimaksih atas wejangannya ya... dengan menyadari tiga warna manusia ini diri ini bisa mengambil beberapa hikmah alhamdulillah kadang tidak heran dengan berbagai sikap orang lain yang diberikan pada diri ini. ya kadang ada orang yang begitu.... perhatian, simpati dan so care abis dweh pada diri ini. tidak sediakait orang yant tidak peduli tapi peduli ya biasa saja gitu... eum memang kadang terasa bgt klo ada orang yang terlihat begitu antipati pada diri ini.
Terkadang dengan semua ini diri ini jadi sadar diri gitu deh..ya sama z diri ini juga memberikan tiga warna yang sama kepada oprang lain....

begitulah teman semoga bermanfaat deh...rada lumayan juga ni..mengurangi rasa galau jika berhubungan dengan orang lain terutama dilingkunagan baru..ok..ok

Selasa, 01 Mei 2012

lumayan juga kan jepretanya


Flashdisk Jatuh Cinta Pada Pandangan Ketiga




Rental ngeprint Laris memang Laris sesuai dengan namanya banyak faktor pendukung ke larisanya itu, peratama dari segi lokasi ruko jasa rental komputer dan print ini strategis dipinggir jalan raya dan ramai, kedua berdekatan dengan lokasi kos-kosan ketiga ini yang utama yaitu dekat dengan kampus, selanjutnya di jasa rental komputer ini tempatnya luas dan nyaman terus full musik lagi. So pasti lah mahasiswa yang seperti aku ini seneng dengan jasa rental seperti ini tambah harganya murah walaupun pelayannya cowok semua. Karena tempatnya yang cukup dekat dengan kampus sudah tidak aneh lagi kalau banyak mahasiswa yang hilir mudik dari tempat itu ke kampus ada yang ngeprint atau ada yang fotocopy biasanya yang seperti itu hanya ngeprint atau fotocopy 1-3 lembar saja tapi yang bikin penuh tuh banyak juga yang ngeprint berpuluh-puluh lembar atau fotocopy belasan buku yang tebal. Seperti pagi hari ini rentalan pun penuh tapi alhamdulillah di tengah persis depan gerbang pintu ruko terlihat seorang mahasiswa sudah reject Flashdisknya akupun langsung menuju komputer itu dan langsung menyiapkan sibiru alias flashdisk kesayangan ku.
Mas...sudah?” tanya ku pada orang tadi. Walau tidak dijawab dengan sebuah kalimat pun anggukan kepala orang itu sudah menjawab pertanyaan ku. Si biru pun langsung ku tancapkan dan kubuka file yang hendak ku print lumayan cukup banyak sih soalnya ngeprint sekripsi walalupun baru masuk bab empat, sambil menunggu hasil print, ku lihat setiap halaman sekripsi ku khawatir masih ada yang belum di betulkan atau ada kata-kata yang salah dan biasanya ada yang kurang huruf vokal. Setelah beberapa menit dilihat ternyata sudah 80% selesai tinggal sedikit lagi aku menunggu sambil melihat situasi rentalan ini. Ya seperti biasa rame dan tidak ada satu pun komputer yang kosong tidak hanya itu kepalaku sidikit mengangguk-angguk mengikuti irama lagu pop yang di putar pas banget rasanya di pagi yang cerah ini lagunya “semangat baru” salah satu lagu kesukaan ku sih. Tiba-tiba ku terkagetkan dengan suara lembut namun agak cempreng. “Mas...mas..mas...? perlahan volumenya meningkat ku tak menyadari pikirku itu hanya memanggil pelayan rental saja tetapi lama kelamaan sura itu lebih dekat dan dari arah sebelah kanan badan ku langsung ku toleh ke arah kanan memang betul ternyata ada seorang mahasiswi berjilbab memanggilku. Sempat kaget aja soalnya tidak menyangka yang di panggil adalah aku dan kaget juga aku belum mengenalnya alhasil aku pun bengong dan menatapnya. Mahasiswi ini berjilbab merah terang baju biru dan rok kotak-kotak kecil walaupun warnanya tubrukan tapi masih cukup enak dipandang.
mas...maaf bisa nyela sebentar ?“ tegasnya seolah sangat membutuhkan akupun terpaksa mengiyakan saja dan sudah terlanjur geser, pikir ku semua halaman sudah selesai di print.
trimakasih ya mas...” dia pun langsung mentancapkan flasdishknya ku hanya terdiam saja dan melihat hasil printan ku. Belum sampai akhir aku memeriksa berkas sekripsi ku, dia sudah bilang trimaksih katanya sudah selesai ku lihat dia hanya membawa 2 lembar kertas dan dia pun tanpa basa-basi langsung pergi begitu saja sambil lari mungkin keburu-buru. Setelah selesai memeriksa berkas sekripsi, si biru pun langsung kucabut dan selasai membayar aku langsung pergi menuju kampus dengan harapan dosen yang dituju ada di ruangannya.

............
Matahari pun mulai menampakan keistimewaanya, serasa posisi matahari tepat pas di hadapan muka ini. Siang ini sangatlah panas adzan Dzuhur pun telah berkumandang sehabis konsultasi ke dosen pembimbing penelitian, aku pun bermaksud langsung pulang untuk segera mengolah data penelitian kembali sesuai hasil konsultasi.
Tiba di kosan ku langsung bersiap mengambil wudlu untuk sholat Dzuhur sengaja awal waktu dan tidak ke masjid karena ada ritual baru yang harus dilakukan. Karena kurang Percaya diri sholat pun dikosan saja dan dilanjutkan baca Alquran ini yang ku sebut ritual baru ku, yang baru ku kerjakan lagi setalah tiga tahun lamanya hilang dari hari ku. Kini baru ku sadar kekancaun tiga tahun yang lalu walaupun demikian sholat ku tetap full dan tepat waktu kebetulan kosan ku lumayan dekat dengan masjid.
Hari ini rasanya hati tenang sekali ada kenikmatan tersendiri setelah kembali membaca Alquran lagi dan konsultasi dengan dosen pembimbing pun sukses alhamdulillah dosen ku baik dan banyak mengoreksi dengan jelas. Aku pun melanjutkan rencana sebelumnya yaitu langsung bertekad memperbaiki sekripsi ku. Berkas sekripsi yang sudah banyak coretan tinta merah itu, ku buka tiap halaman dan ku baca setiap tulisan tinta merah itu sambil ku samakan dengan catatan di buku ku. Si hitam alias leptop, ku hidupkan tidak lupa nyanyian suara Duta sheila on 7 ku putar. Langsung ku buka file sekripsi ku dan ku mulai memperbaiki kata demi kata sesuai hasil konsultasi. Ada beberapa jurnal ku simpan di si biru hasil pencarian di warnet kemarin, si biru pun langsung ku tancapkan kedalam si hitam namun ada rasa yang aneh saat memegang si biru rada berat aku pun tak menghiraukannya. Setelah kubuka isi si biru ternyata semua folder dan file di dalamnya asing, aku pun kaget dan heran langsung ku lihat si biru dengan seksama ternyata dia bukan si biruku tapi dia falshdisk warna biru. Aku pun sejenak berpikir ini FD punya siapa, setelah di pikir-pikir aku baru ingat ini punya cewek manis berjilbab merah itu ku ingat ketika kulihat dirinya memegang FD warna biru juga. Aku pun diam sejenak dan lansung semangat merevisi sekripsi pun teralihkan oleh sebuah FD. Ku tatap lagi layar si hitam ada 7 folder di dalam FD ini, maksudnya ku ingin cari tahu mungkin ada nama pemilik FD ini tanpa merasa ragu atau canggung ku buka tiap folder itu dan akhirnya ku temukan namanya dari beberapa folder laporan dan folder karya tulisnya ternyata dia mahasiswa tetangga fakultas plong rasanya hati ini tapi bingung juga gimana mengembalikan FD ini dan tidak ada satupun kenalan di fakultas itu. Sempat terpikir oleh ku besok bikin pengumuman saja dan di tempel di rentalan tempat kejadian tadi pagi. Ada 1 folder yang menarik perhatian membaca nama foldernya juga sudah tanda tanya tanpa merasa risi atau apa ku buka folder itu terlihat ada 3 file Microsoft Word ku coba buka yang pertama dan ku baca ternyata sebuah cerita.
Selasa yang ku suka
S... kenapa kamu jarang OL sekarang?, ku merindukan chatting bersamamu S. Walau kita belum pernah bertatap muka secara langsung ku yakin kamu adalah sosok yang baik, sholeh, rajin, pintar dan pendiam tentunya itu yang ku suka dari mu selain kamu orang Jawa Tengah asli kamu pun studi di Insetitut Teknik terkemuka di Negeri ini dan sekaran posisi kita bertukaran kamu di daerah sunda ku dan aku di Provinsi kelahiran mu di Jawa Tengah.
Pertama saat-saat kita sering Ol bareng hati ini belum merasakan simpati seperti ini, hati ini khawatir apa kah kamu melihat tanda-tanda dari ku sehingga kamu berpaling untuk terhindar dari dosa?. Astagfirulloh memang ini salah ku S kalau seperti itu semoga kau tidak bersalah sangka dan semoga selalu dalam petunjuk Nya hati ini. Ku faham S jika chatting itu bisa menjadi seolah berkhalwat jika ada perasaan nafsu melakukanya memang itu tidak baik, tapi bukankah mencintai itu sebuah hal yang wajar?
Dari bahasanya ku faham dia adalah tipe cewek yang taat, kayaknya dia tidak pacaran kalo yang ku tahu tentang orang seperti itu mereka langsung nikah saja tanpa pacaran eum..apa ya namanya kalo gasalah tungannya namnya Ta’arufan. Hahaha sedikit tau saja tentang yang begituan eum..sepertinya seperti itu masih “mulus ya....hehehe belum tersentuh...” krik-krik pikaran ku melayang rada aneh ni...tapi tak apalah normal kan...
Sebenarnya ada satu tulisan lagi, tapi dia nulisnya pake bahasa sunda wah nyerah aku dengan itu walau dulu SMA pernah ada pelajaran sunda sih kelas X tapi memang tidak faham. Ada beberapa kalimat yang cukup faham maknanya yang pasti orang yang belum belajar sunda juga sudah faham kalimat ini begini bunyi kalimat itu. “cita-cita abi ka jawa teh nu utama na bogoh ka urang jawa tepatna jawa tengah, tina sobarna, pinterna, solehna, uletna sareng satiana tah eta aya di kamu S..”. Inti dari kalimat itu mungkin seperti ini kira-kira dia sangat mengagumi orang suku jawa yang dia maksud orang jawa tengah dari berbagai karakter kebaikanya dan dia dapat kan dari si S itu eum..katanya belum ketemu piye ya?. Meskipun tidak faham full tetap kubaca tulisan bahasa sunda itu karena paling panjang tulisannya. Dengan membaca tiga tulisan tadi ada rasa aneh dan unik di hati ini tetunya rasa penasaran. Sejauh ini ku menilai oarang yang berjilbab seperti dia tidak pernah memikirkan tentang perasaanya hanya kuliah, pengajian, rohis, BEM, Demo atau mereka adalah orang-orang yang membatasi pergaulan kemada komunitas lainya tidak salaman dengan lawan jenis bahkan tidak juga boncengan dengan lawan jenis, wow..terbatas sekali ya kok iso?. Semua itu yang terbayamgkan dalam benak ini ketika melihat cewek berjilbab tipe dia, tapi aku sih tidak anti seperti yang gitu malah ku suka berrti dia cewek baik-baik yang menjaga dirinya dari laki-laki bukan muhrimnya..wo.. beruntung deh laki-laki yang dapat cewek-cewek baik kebanyakan lumayan cantik-cantik, mereka klo di fakultasku pinter-pinter juga sih tentunya tambah karena khusus dijurusan ku cewek itu barang langka bisa dikatakan 2:10 lah sama cowok.
Lumayan sudah menghabisakan waktu satu jam ngotak-ngatik si hitam walau refisinya belum jadi. Sumpah nambah penasaran ni hati belum juga dapat solusi gimana balikin ini Fd ke dia. Ku cari-cari namanya di Facebook dan twetter tentunya susah tidak ada yang cocok sesuai nama aslinya tapi kucoba cari dengan nama panggilanya dan nama populernya yang ku baca dari salah satu File CV nya ternyata dengan mudah kudapatkan nama yang sama woww... ternyata dia tipe-tipe tukang OL followernya ratusan lebih wah kalah aku, kucoba buka-buka foto profil Facebooknya wo... anak kecil yang imut, tapi ku coba baca keterangan profilnya dan kucoba buka beberapa gambar yang berkaitan denganya. Dan ternyata koleksi albumnya tidak di protec dia cukup manis dan menarik pastinya dia termasuk mahsiswi aktivis deh kulihat ada beberpa fotonya berseragam Pramuka, helloo..hari gini pramuka?? SMA atau kuliah ya? Eum ternyata memang dia berpakaian pramuka saat-saat ini alias di kuliahan.
Mengingat tiga tahun kebelakang persaan tidak ada yang istimewa di hidup ini. Tentunya beda dengan dia yang begitu aktif sepertinya jujur diri ini memang tukang diam, kulaih, kosan, ngerjain tugas nongkrong bareng teman touring dengan mereka hanya itu rutinitas ku. Tentang cewek...ah.. belum ada tuh yang bisa lupain si Nita mantan ku karena ku trauma dan ku merasa ku gabakalan punya cewek lagi sebelum ku berani ngomong depannya dan sampai sekarang ku anggap cewek tuh sama saja seperti si Nita udah ah.. males bahas Nita.
Jadi ini Fd diapain? Terus balikinya? Otaku berputar mencari cara yang tepat dan tentunya ada keuntungan. Aha.... ku ada ide ku pastikan dulu dia orangnya seperti apa dan ku akan kasihkan kepadanya secara langsung dan pastinya ku kan minta maaf atas apa yang telah kulakukan membaca cerita-ceritnya semoga kamu memberkati Ya Alloh.

......
Dua hari pun telah berlalu dari kejadian si biru yang tertukar ku belum dapat satu info pun tentang dia dan aku pun belum berani tanya-tanya ke teman yang lain, ku yakin bisa ku selesaikan sendiri sampai hari ini. Memang keyakinan ku berwujud nyata ku lihat dia berjalan kaki sendiri di Bunderan menuju kampus ku amati dia dari sebrang jalan rentalan Laris yang hampir tiga hari ini kulakukan. Sekarang tepat jam 09:30 WIB waktunya matahari menampakan semangatnya..cerah dan lumayan menyengat dari arah timur kucoba amati dari tempatku setelah dia memasuki kampus ku mulai menstarter si- merah ku alias motor kesayangan ku ini. Ku coba mengikutinya rada jauh ternyata dia masuk ke sebuah gedung di fakultasnya ku amati setiap jalan dia selalu disapa orang-orang disekitarnya woww...cukup banyak dikenal ternyata pikir ku ini sangat mendukung observasi ku. Sebenarnya niatan ku hari ini mengikuti keseharianya tapi sepertinya dia ada kuliah atau apa ya? Apa ku coba tanya mahsiswa sini ya? Tapi ku bingung mulainya gimana dan ku takut orang berpendapat aneh dengan sikap ku. Tingkah ku memang tidak masuk akal melakukan ini, tapi hati ini bersemngat untuk melanjutkan misi ku hari ini itung-itung refreshing dari sekripsi. Pikir ku kalo kuliah dia mungkin satu atau dua jam keluar lagi, kulihat di sebelah ruangan yang dia masuki ada tulisan perpustakaan memberikan ku ide lumayan cemerlang akhirnya ku parkirkan si merah ku lalu bermaksud untuk masuk perpustakaan. Sebelum masuk perpustakaan ku lihat famplet pengumaman dan slamat atas na lengkap dia di sebuah mading di depan perpus yang bersumber dari birokrasi fakultas itu ternyata dia seorang MAWAPRES I (mahsiswa berprestasi) di fakultasnya ya tidak heran sih ku sudah menyangkanya kok. Ku lanjutkan langkah ini masuk ke perpustakaan setelah ku registrasi ku pilih meja yang paling dekat terlihat ada beberapa tumpukan koran baru yang berserakan di meja bundar itu ku amati seluruh ruangan ini memang begitu beda dengan fakultas ku lebih ramai berisik dan kurang kondusif mungkin bagi mereka orang yang suka belajar dengan keheningan.
Satu jam berlalu memang tidak terasa membaca beberpa berita olah raga dari beberapa koran dengan sumber berbeda tidak hanya itu ku juga manfaatkan fasilitas komputer disana. Kondisi perpustakaan semngat sini semakin sepi mungkin mereka pada kuliah alhasil ku lihat isi perpus hanya 7 orang dua diantaranya adalah petugas perpus itu sendiri. Tiba-tiba ku dengar suara yang tidak asing di telinga menyapa ku “mas...lagi ngapain ni di kampus ku? Wah-wah yang sekripsi keren..?” sapa adi kos ku Aji. Rada kaget juga sih dan baru ngeh kalo si Aji masih satu fakultas sama dia aku senyum saja sempat ku berpikir untuk tanya tentang dia langsung ke Aji tapi ku urungkan niat itu takut ketaun misi ku sama si Aji. Aji pun duduk disebelah ku persis menggunak komputer didepanya akhirnya ku mulai percakapan basa-basi dan ku tidak sama sekali menjawab pertanyaan Aji tadi apa lagi membahas dia. Kulihat jam tangan ku menunjukan jam 11:30 ku pikir dia sudah keluar dari kuliahnya akhirnya ku pamit ke Aji untuk pulang. Ketika ku membalikan badan untuk menuju ke loker tempat penitipan tas kulihat dia masuk ke perpus bajunya yang berwarna orange sangat cerah mengundang lirikan atau pandangan dari sekitarnya termasuk aku dan tiba-tiba jantung ku berdetak cepat terakhir kurasakan jantung ku seperti ini pas Seminar Usulan penelitian ku 6 bulan yang lalu. Rada menyesal kenapa terburu-buru untuk pulang dan tidak bisa melihat aktivitasnya di ruangan ini tapi gimana lagi terlanjur dah pamit ke Aji malu lagi posisi sudah mendekati loker tas. Tapi ku lihat dia tidak menyimpan tasnya di loker dia langsung menuju petugas perpus terlihat dia begitu akrab dengan petugas perpus itu tidak lama dia pun bersalaman dan membalikan badan untuk keluar, aku pun mempercepat gerakan ku untuk mengambil jaket dan tas dari loker dan bermaksud mengikutinya. Tidak lama setelah keluar dari ruangan dia masih berada di dekat pintu perpus itu banyak disapa orang-orang disekitarnya yang ceweknya menyalaminya mungkin mengucapkan selamat untuk prestasinya dia begitu terlihat suppel dengan orang-orang disekitarnya. Jauh dengan diri ini yang tidak begitu berani berkomunikasi dengan banyak orang ya..yang ku hafal orang-orang hanya teman-teman sekelas saja dan beberapa teman yang se fakultas dan sejurusan mau jadi apa diri ini? Keluh ku. Sekarang ku bingung selanjutnya ku ikuti dia kemana ya akhirnya ku putuskan untuk kembali ke parkiran menemui si merah ku sambil sesekali ku melirik dia yang sedang dikrubuni teman-temanya. Setelah sampai ke parkiran ku diam sejenak di atas si merah ku smabil ku melihat ke posisi dia yang masih di depan perpus tiba-tiba kulihat dia menuju ke arah ku dengan seorang temanya..otmatis ku lasung memakai helm dan ku berpura-pura untuk mempersiapkan si merah ku. Dia dan temanya sampai ke parkiran dan menuju slah satu motor metic berwarna merah, ternyata dia pergi dengan temanya akhirnya ku lega juga maksudnya ya mungkin bisa mengi kutinya lagi hehe. Setelah dia pergi dengan temanya ku langsung emngikutinya dengan jarak ya lumayan dekat soalnya jalan kampus untuk jam segini ramai pikirku takut kehilangan jejak dan ternyata mereka masuk salah satu gang yang tembus ujungnya ke jalan Banjarsari ternyata masuk gang lagi aku masih tetap mengikuti mereka entah mereka sadar atau tidak dan pengintaian ku berakhir di sebuah gang kulihat dia turun dan temannya pun pergi mungkin itu kosan dia wah bahagia nya hati ini hari ini misi ku berhasil. Aku pun kembali ke kosan dengan hati berbunga-bunga tentunya.

......
Pagi ini ku sengaja tidak membawa si merah, rencananya hari ini ku jalan kaki sampai ke bunderan dengan menyusuri gang yang ditempuh kemarin. Misi hari ini ku harus berkenalan dengannya bagaimapun caranya tapi Fd ini rasanya masih berat untuk dilepaskan hehe tertarik juga ini hati. Jam 8 tepat sudah berangkat dari kos rasanya sudah lupa tuh nama jalan kaki setelah si merah datang dikehidupan ini, soalnya waktu jadi Maba naik angkot ke kampusnya ditambah joging ke kampus pun ga pernah pas ada car free day pun aku pilih tidak ke kampus. Langkah demi langkah ku susuri jalan gang Tunjung sari eum..ada sensasi baru serasa semua pusat perhatian ada di di tubuh ini alhasil cara berjalan pun jadi aneh mungkin bisa dilihat bagaimna yang jarang jalan kaki, dari kejadian pagi ini ku merasa kagum dengan mereka yang pulang pergi ke kampus dengan jalan kaki tidak kenal hujan maupun panas matahri yang sangat menyengat syukur ku bertambah kepada-Nya masih di berikan kelebihan adanya si merah dikehidupan ku padahal sebelumnya aku selalu nuntut yang lebih dari apa yang ku miliki saat ini ya Alloh.. betapa egoisnya diri ini maafkanlah hamba mu ini.
Tiba di Bunderan ku langsung masuk warung makan Arigato sambil menunggu dia lewat ku bermaksud sarapan pagi. Jam sudah menunjukan 08:40 ternyata perjalanan dari kos ke bunderan hanya memerlukan waktu 30 menit ditambah makan 10 menit setelah bayar ku masih duduk di kursi bekas tadi makan sambil mata tertuju kepada satu gang menunggu dia muncul, ku harap dia sendiri biar ku leluasa berkenalan dengannya. Setiap orang yang muncul dari gang itu sealalu mengalihkan pandangan ku, 15 menit pun berlalu dia belum muncul tapi warung makan sudah penuh karena merasa ga enak akhirnya ku putuskan nunggu dia sambil jalan pelan. Setelah tiba di gerbang kampus matahri pagi sangat menyengat alhasil ku percepat langkah ini. Tidak terasa sampai di kampus dia karena sudah banyak gedung dan pohon-pohon rindang ku perlambat lagi langkah kaki ini. Sampai tiba di kampus dia ku duduk diteras gudung E pinggir jalan, jam sudah menujukan jam 09:10 menit dia belum saja terlihat ku mulai bingung dan merasa aneh pada diriku sendiri mengapa melakukan hal aneh ini. Semua itu langsung ku tepis sendiri ini bukan hal aneh tapi perjuangan. Sekitar 10 menit ku tunggu dirinya tiba-tiba kulihat dari arah jalan ada 5 cewek berjilbab jalan masuk menuju kampus ku harap dia ada disana, ada satu warna jilbab yang mencolok dari mereka pirasat ku itu dia karena ku tau dia ahli dalam menarik perhatian disekitarnya dan ternyata memang dia mengenakan jilbab biru baju putih dengan rok batik warna biru yang pas deh dilihat berbeda dengan ke empat temanya yang menggunakan baju dengan warna-warna gelap dan kalem jadi dia sangat mencolok sekali. Jantung ku berdetak rada kencang entahlah kenpa ini, posisi duduk ku lebig ditegakan ku pegang gendongan tas ku dia atas jaket sambil tatapan ku masih tertuju pada 5 cewek yang berjalan. Sekitar 5 langkah lagi sampai pas ke arah ku 5 cewek itu bubar terbagi tiga ada yang lurus ada yang belok kanan dan dia belok kiri sendiri ternyata turun tangga menuju sebuah gedung yang bernama laboratorium nutris, ku lihat gedung itu masih sepi terlihat dia begitu bersemangat menaiki tangga sampai di lantai tiga ku amati ternyata dia langsung duduk dan terlihat membuka sebuah netbook berwarna biru pikir ku dia mulai online. Aku terpaku melihat gerak geriknya sambil ku memutuskan apakah ku meneminya atau tidak, bingung rasanya karena terlalu panas kurasa jaket ku buka dan ku simpan di dalam tas. 10 menit sudah ku memperhatikanya karena takut keburu ada teman-temanya ku nekad hendak menemuinya.
Setelah kaki ini menginjakan lantai tiga rasa ku ga karuan, aku pun mencoba menenangkan diri disamping tangga yang membuat ku ngos-ngosan aku coba menarik nafas dalam-dalam, sudah merasa rada tenang ku lanjutkan perjalanan ini menuju dirinya. Terlihat dia sedang fokus melihat netbook nya aku tidak langsung menghampiri tapi ku coba menarik perhatian nya dengan langkah yang sedikit dihentakan kakinya dan ku alih kan pandangan ke lingkungan sekitar di sebrang kulihat warna hijau daun dari pohon-pohon yang rindang bergoyang tertiup angin pagi yang segar, terlihat juga ada beberapa ekor burung kecil meloncat-loncat dari dahan kedahan wah... pemandangan yang jarang ku temui. Kira-kira tiga menit ku coba menarik perhatinya belum juga sukses, akhirnya ku nekad menyapanya ehm “asalamualikum mbak...” dia pun langsung menoleh ku dengan pandangan yang tajam dan lincah terlihat sekali dia orang yang pintar sambil senyum dia menjawab “walikum salam mas... maaf ada yang bisa saya bantu?” serentak kurasakan ada suhu yang berbeda ditumbuh ini dia memang manis senyumnya yang simetris dan aura mukanya mencerminkan bahwa dia orang yang pandai berkomunikasi dan enak untuk diajak berkomunikasi beberapa detik aku hanya tersenyum simpul tidak menjawab. “gimna mas?” tanya dia menegaskan ternyata dia berbeda dengan teman-teman cewek berjilbab di jurusan ku dia lebih komunikatif. “ini mbak...” belum pun saya melanjutkan jawaban dia sudah langsung menbak “mas S2 ya? Nunggu Prof Karno? Saya juga mas beliau insyaalloh ada jam 11 nanti.” Jelasnya yang membuat saya bingung langsung saja ku jawab “bukan Mbak... saya Yuda, teknik mesin 2008 mbak namnya mbak Sonya kan? Tanyaku kulihat dia terkejut dan sepertinya berfikir “iya mas saya Sonya, tapi mohon maaf mas saya pelupa orangnya kita pernah bertemu dimana ya?” jawabnya. “Sebelumnya kita bertemu dulu tidak sengaja mbak..boleh saya duduk?”Sambung ku sambil duduk disampingnya tapi ada jarak dan tas dia yang memisahkan kami dia pun mengangguk. Setelah duduk ku mulai melakukan misi ku kuceritaka semuanya dari awal pertemuan kami tentang si biru dan permohonan maaf ku karena sudah membuka beberapa folder kulihat dia pun kaget mukanya mulai memerah sepertinya dia merasa malu dan menyesal dia pun tertunduk.”astagfirulloh mas itu keteledoran saya, saya kira mas S2 kemari itu dan saya belum ngecek fd biru itu, soalnya saya jarang pergunakan fd itu sekarang pun tidak dibawa, aduh saya malu mas hehe..” sambil menutup muka dengan kedua telapak tanganya, rasa ku mulai aneh ku sangat mengagumi dirinya sekarang ku coba mengontrol emosi ku “mohon maaf mbak.. saya sudah lancang melakukan hal-hal itu” saya khawatir kalo dia berprasangka tidak baik dengan diri ini “tidak apa-apa mas itu kesalahn saya kok... Fd saya sekarang dibawa mas boleh saya minta?” jawabnya dengan nada yang lembut dan tenang dia memang pandai mengontrol emosi kuberikan fd miliknya. Hampir 30 menit kami berbicara setelah mengembalikan fd ku terdiam sambil menundukan kepala. “Mas bisa minta no hp nya.. besok saya kembalikan Fd mas dimana atau bagai mana? Tanya nya setelah tukeran no hp, ku pastikan besok jam berapa dan bagaimana cara kami bertemu kembali ku sengaja aku lah yang mengambil Fd dengan tempat yang sama seperti sekarang dia pun tidak keberatan karena besok dia akan konsultasi dengan dosen lagi.

........

Pertemuan denganya di siang tadi masih selalu terbayang-bayang sepertinya diri ini jatuh cinta pada pandangan yang ketiga tepatnya pertemuan tadi itu. Aku merasa banyak bersyukur telah mengenalnya dari satu minggu yang lalu banyak perubahan pandangan terhadap sesuatu hal. Kini ku tak sabar menantikan pertemuan besok pagi, ku sungguh mengaguminya akhirnya kurasakan pula perasaan dia terhadap si S dalam ceritanya itu, walaupun hatinya untuk si S tapi aku tidak sungkan mengaguminya. Ku rasa hari ini adalah hari istimewa selain bisa bertemu dia konsultasi sekripsipun lancar. Ku ucapkan trimaksih pula pada si biru yang sudah berkorban dan sebuah Flashdisk yang membuat ku mengubah pandangan menjadi lebih baik.