Rental
ngeprint Laris memang Laris sesuai dengan namanya banyak faktor
pendukung ke larisanya itu, peratama dari segi lokasi ruko jasa
rental komputer dan print ini strategis dipinggir jalan raya dan
ramai, kedua berdekatan dengan lokasi kos-kosan ketiga ini yang utama
yaitu dekat dengan kampus, selanjutnya di jasa rental komputer ini
tempatnya luas dan nyaman terus full musik lagi. So pasti lah
mahasiswa yang seperti aku ini seneng dengan jasa rental seperti ini
tambah harganya murah walaupun pelayannya cowok semua. Karena
tempatnya yang cukup dekat dengan kampus sudah tidak aneh lagi kalau
banyak mahasiswa yang hilir mudik dari tempat itu ke kampus ada yang
ngeprint atau ada yang fotocopy biasanya yang seperti itu hanya
ngeprint atau fotocopy 1-3 lembar saja tapi yang bikin penuh tuh
banyak juga yang ngeprint berpuluh-puluh lembar atau fotocopy belasan
buku yang tebal. Seperti pagi hari ini rentalan pun penuh tapi
alhamdulillah di tengah persis depan gerbang pintu ruko terlihat
seorang mahasiswa sudah reject Flashdisknya akupun langsung menuju
komputer itu dan langsung menyiapkan sibiru alias flashdisk
kesayangan ku.
“Mas...sudah?”
tanya ku pada orang tadi. Walau tidak dijawab dengan sebuah kalimat
pun anggukan kepala orang itu sudah menjawab pertanyaan ku. Si biru
pun langsung ku tancapkan dan kubuka file yang hendak ku print
lumayan cukup banyak sih soalnya ngeprint sekripsi walalupun baru
masuk bab empat, sambil menunggu hasil print, ku lihat setiap halaman
sekripsi ku khawatir masih ada yang belum di betulkan atau ada
kata-kata yang salah dan biasanya ada yang kurang huruf vokal.
Setelah beberapa menit dilihat ternyata sudah 80% selesai tinggal
sedikit lagi aku menunggu sambil melihat situasi rentalan ini. Ya
seperti biasa rame dan tidak ada satu pun komputer yang kosong tidak
hanya itu kepalaku sidikit mengangguk-angguk mengikuti irama lagu pop
yang di putar pas banget rasanya di pagi yang cerah ini lagunya
“semangat baru” salah satu lagu kesukaan ku sih. Tiba-tiba ku
terkagetkan dengan suara lembut namun agak cempreng.
“Mas...mas..mas...? perlahan volumenya meningkat ku tak menyadari
pikirku itu hanya memanggil pelayan rental saja tetapi lama kelamaan
sura itu lebih dekat dan dari arah sebelah kanan badan ku langsung ku
toleh ke arah kanan memang betul ternyata ada seorang mahasiswi
berjilbab memanggilku. Sempat kaget aja soalnya tidak menyangka yang
di panggil adalah aku dan kaget juga aku belum mengenalnya alhasil
aku pun bengong dan menatapnya. Mahasiswi ini berjilbab merah terang
baju biru dan rok kotak-kotak kecil walaupun warnanya tubrukan tapi
masih cukup enak dipandang.
“mas...maaf
bisa nyela sebentar ?“ tegasnya seolah sangat membutuhkan akupun
terpaksa mengiyakan saja dan sudah terlanjur geser, pikir ku semua
halaman sudah selesai di print.
“trimakasih
ya mas...” dia pun langsung mentancapkan flasdishknya ku hanya
terdiam saja dan melihat hasil printan ku. Belum sampai akhir aku
memeriksa berkas sekripsi ku, dia sudah bilang trimaksih katanya
sudah selesai ku lihat dia hanya membawa 2 lembar kertas dan dia pun
tanpa basa-basi langsung pergi begitu saja sambil lari mungkin
keburu-buru. Setelah selesai memeriksa berkas sekripsi, si biru pun
langsung kucabut dan selasai membayar aku langsung pergi menuju
kampus dengan harapan dosen yang dituju ada di ruangannya.
............
Matahari
pun mulai menampakan keistimewaanya, serasa posisi matahari tepat pas
di hadapan muka ini. Siang ini sangatlah panas adzan Dzuhur pun telah
berkumandang sehabis konsultasi ke dosen pembimbing penelitian, aku
pun bermaksud langsung pulang untuk segera mengolah data penelitian
kembali sesuai hasil konsultasi.
Tiba
di kosan ku langsung bersiap mengambil wudlu untuk sholat Dzuhur
sengaja awal waktu dan tidak ke masjid karena ada ritual baru yang
harus dilakukan. Karena kurang Percaya diri sholat pun dikosan saja
dan dilanjutkan baca Alquran ini yang ku sebut ritual baru ku, yang
baru ku kerjakan lagi setalah tiga tahun lamanya hilang dari hari ku.
Kini baru ku sadar kekancaun tiga tahun yang lalu walaupun demikian
sholat ku tetap full dan tepat waktu kebetulan kosan ku lumayan dekat
dengan masjid.
Hari
ini rasanya hati tenang sekali ada kenikmatan tersendiri setelah
kembali membaca Alquran lagi dan konsultasi dengan dosen pembimbing
pun sukses alhamdulillah dosen ku baik dan banyak mengoreksi dengan
jelas. Aku pun melanjutkan rencana sebelumnya yaitu langsung bertekad
memperbaiki sekripsi ku. Berkas sekripsi yang sudah banyak coretan
tinta merah itu, ku buka tiap halaman dan ku baca setiap tulisan
tinta merah itu sambil ku samakan dengan catatan di buku ku. Si hitam
alias leptop, ku hidupkan tidak lupa nyanyian suara Duta sheila on 7
ku putar. Langsung ku buka file sekripsi ku dan ku mulai memperbaiki
kata demi kata sesuai hasil konsultasi. Ada beberapa jurnal ku simpan
di si biru hasil pencarian di warnet kemarin, si biru pun langsung ku
tancapkan kedalam si hitam namun ada rasa yang aneh saat memegang si
biru rada berat aku pun tak menghiraukannya. Setelah kubuka isi si
biru ternyata semua folder dan file di dalamnya asing, aku pun kaget
dan heran langsung ku lihat si biru dengan seksama ternyata dia bukan
si biruku tapi dia falshdisk warna biru. Aku pun sejenak berpikir ini
FD punya siapa, setelah di pikir-pikir aku baru ingat ini punya cewek
manis berjilbab merah itu ku ingat ketika kulihat dirinya memegang FD
warna biru juga. Aku pun diam sejenak dan lansung semangat merevisi
sekripsi pun teralihkan oleh sebuah FD. Ku tatap lagi layar si hitam
ada 7 folder di dalam FD ini, maksudnya ku ingin cari tahu mungkin
ada nama pemilik FD ini tanpa merasa ragu atau canggung ku buka tiap
folder itu dan akhirnya ku temukan namanya dari beberapa folder
laporan dan folder karya tulisnya ternyata dia mahasiswa tetangga
fakultas plong rasanya hati ini tapi bingung juga gimana
mengembalikan FD ini dan tidak ada satupun kenalan di fakultas itu.
Sempat terpikir oleh ku besok bikin pengumuman saja dan di tempel di
rentalan tempat kejadian tadi pagi. Ada 1 folder yang menarik
perhatian membaca nama foldernya juga sudah tanda tanya tanpa merasa
risi atau apa ku buka folder itu terlihat ada 3 file Microsoft Word
ku coba buka yang pertama dan ku baca ternyata sebuah cerita.
Selasa
yang ku suka
“S...
kenapa kamu jarang OL sekarang?, ku merindukan chatting bersamamu S.
Walau kita belum pernah bertatap muka secara langsung ku yakin kamu
adalah sosok yang baik, sholeh, rajin, pintar dan pendiam tentunya
itu yang ku suka dari mu selain kamu orang Jawa Tengah asli kamu pun
studi di Insetitut Teknik terkemuka di Negeri ini dan sekaran posisi
kita bertukaran kamu di daerah sunda ku dan aku di Provinsi kelahiran
mu di Jawa Tengah.
Pertama
saat-saat kita sering Ol bareng hati ini belum merasakan simpati
seperti ini, hati ini khawatir apa kah kamu melihat tanda-tanda dari
ku sehingga kamu berpaling untuk terhindar dari dosa?. Astagfirulloh
memang ini salah ku S kalau seperti itu semoga kau tidak bersalah
sangka dan semoga selalu dalam petunjuk Nya hati ini. Ku faham S jika
chatting itu bisa menjadi seolah berkhalwat jika ada perasaan nafsu
melakukanya memang itu tidak baik, tapi bukankah mencintai itu sebuah
hal yang wajar?
Dari
bahasanya ku faham dia adalah tipe cewek yang taat, kayaknya dia
tidak pacaran kalo yang ku tahu tentang orang seperti itu mereka
langsung nikah saja tanpa pacaran eum..apa ya namanya kalo gasalah
tungannya namnya Ta’arufan. Hahaha sedikit tau saja tentang yang
begituan eum..sepertinya seperti itu masih “mulus ya....hehehe
belum tersentuh...” krik-krik pikaran ku melayang rada aneh
ni...tapi tak apalah normal kan...
Sebenarnya
ada satu tulisan lagi, tapi dia nulisnya pake bahasa sunda wah nyerah
aku dengan itu walau dulu SMA pernah ada pelajaran sunda sih kelas X
tapi memang tidak faham. Ada beberapa kalimat yang cukup faham
maknanya yang pasti orang yang belum belajar sunda juga sudah faham
kalimat ini begini bunyi kalimat itu. “cita-cita abi ka jawa teh nu
utama na bogoh ka urang jawa tepatna jawa tengah, tina sobarna,
pinterna, solehna, uletna sareng satiana tah eta aya di kamu S..”.
Inti dari kalimat itu mungkin seperti ini kira-kira dia sangat
mengagumi orang suku jawa yang dia maksud orang jawa tengah dari
berbagai karakter kebaikanya dan dia dapat kan dari si S itu
eum..katanya belum ketemu piye ya?. Meskipun tidak faham full tetap
kubaca tulisan bahasa sunda itu karena paling panjang tulisannya.
Dengan membaca tiga tulisan tadi ada rasa aneh dan unik di hati ini
tetunya rasa penasaran. Sejauh ini ku menilai oarang yang berjilbab
seperti dia tidak pernah memikirkan tentang perasaanya hanya kuliah,
pengajian, rohis, BEM, Demo atau mereka adalah orang-orang yang
membatasi pergaulan kemada komunitas lainya tidak salaman dengan
lawan jenis bahkan tidak juga boncengan dengan lawan jenis,
wow..terbatas sekali ya kok iso?. Semua itu yang terbayamgkan dalam
benak ini ketika melihat cewek berjilbab tipe dia, tapi aku sih tidak
anti seperti yang gitu malah ku suka berrti dia cewek baik-baik yang
menjaga dirinya dari laki-laki bukan muhrimnya..wo.. beruntung deh
laki-laki yang dapat cewek-cewek baik kebanyakan lumayan
cantik-cantik, mereka klo di fakultasku pinter-pinter juga sih
tentunya tambah karena khusus dijurusan ku cewek itu barang langka
bisa dikatakan 2:10 lah sama cowok.
Lumayan
sudah menghabisakan waktu satu jam ngotak-ngatik si hitam walau
refisinya belum jadi. Sumpah nambah penasaran ni hati belum juga
dapat solusi gimana balikin ini Fd ke dia. Ku cari-cari namanya di
Facebook dan twetter tentunya susah tidak ada yang cocok sesuai nama
aslinya tapi kucoba cari dengan nama panggilanya dan nama populernya
yang ku baca dari salah satu File CV nya ternyata dengan mudah
kudapatkan nama yang sama woww... ternyata dia tipe-tipe tukang OL
followernya ratusan lebih wah kalah aku, kucoba buka-buka foto profil
Facebooknya wo... anak kecil yang imut, tapi ku coba baca keterangan
profilnya dan kucoba buka beberapa gambar yang berkaitan denganya.
Dan ternyata koleksi albumnya tidak di protec dia cukup manis dan
menarik pastinya dia termasuk mahsiswi aktivis deh kulihat ada
beberpa fotonya berseragam Pramuka, helloo..hari gini pramuka?? SMA
atau kuliah ya? Eum ternyata memang dia berpakaian pramuka saat-saat
ini alias di kuliahan.
Mengingat
tiga tahun kebelakang persaan tidak ada yang istimewa di hidup ini.
Tentunya beda dengan dia yang begitu aktif sepertinya jujur diri ini
memang tukang diam, kulaih, kosan, ngerjain tugas nongkrong bareng
teman touring dengan mereka hanya itu rutinitas ku. Tentang
cewek...ah.. belum ada tuh yang bisa lupain si Nita mantan ku karena
ku trauma dan ku merasa ku gabakalan punya cewek lagi sebelum ku
berani ngomong depannya dan sampai sekarang ku anggap cewek tuh sama
saja seperti si Nita udah ah.. males bahas Nita.
Jadi
ini Fd diapain? Terus balikinya? Otaku berputar mencari cara yang
tepat dan tentunya ada keuntungan. Aha.... ku ada ide ku pastikan
dulu dia orangnya seperti apa dan ku akan kasihkan kepadanya secara
langsung dan pastinya ku kan minta maaf atas apa yang telah kulakukan
membaca cerita-ceritnya semoga kamu memberkati Ya Alloh.
......
Dua
hari pun telah berlalu dari kejadian si biru yang tertukar ku belum
dapat satu info pun tentang dia dan aku pun belum berani tanya-tanya
ke teman yang lain, ku yakin bisa ku selesaikan sendiri sampai hari
ini. Memang keyakinan ku berwujud nyata ku lihat dia berjalan kaki
sendiri di Bunderan menuju kampus ku amati dia dari sebrang jalan
rentalan Laris yang hampir tiga hari ini kulakukan. Sekarang tepat
jam 09:30 WIB waktunya matahari menampakan semangatnya..cerah dan
lumayan menyengat dari arah timur kucoba amati dari tempatku setelah
dia memasuki kampus ku mulai menstarter si- merah ku alias motor
kesayangan ku ini. Ku coba mengikutinya rada jauh ternyata dia masuk
ke sebuah gedung di fakultasnya ku amati setiap jalan dia selalu
disapa orang-orang disekitarnya woww...cukup banyak dikenal ternyata
pikir ku ini sangat mendukung observasi ku. Sebenarnya niatan ku hari
ini mengikuti keseharianya tapi sepertinya dia ada kuliah atau apa
ya? Apa ku coba tanya mahsiswa sini ya? Tapi ku bingung mulainya
gimana dan ku takut orang berpendapat aneh dengan sikap ku. Tingkah
ku memang tidak masuk akal melakukan ini, tapi hati ini bersemngat
untuk melanjutkan misi ku hari ini itung-itung refreshing dari
sekripsi. Pikir ku kalo kuliah dia mungkin satu atau dua jam keluar
lagi, kulihat di sebelah ruangan yang dia masuki ada tulisan
perpustakaan memberikan ku ide lumayan cemerlang akhirnya ku
parkirkan si merah ku lalu bermaksud untuk masuk perpustakaan.
Sebelum masuk perpustakaan ku lihat famplet pengumaman dan slamat
atas na lengkap dia di sebuah mading di depan perpus yang bersumber
dari birokrasi fakultas itu ternyata dia seorang MAWAPRES I (mahsiswa
berprestasi) di fakultasnya ya tidak heran sih ku sudah menyangkanya
kok. Ku lanjutkan langkah ini masuk ke perpustakaan setelah ku
registrasi ku pilih meja yang paling dekat terlihat ada beberapa
tumpukan koran baru yang berserakan di meja bundar itu ku amati
seluruh ruangan ini memang begitu beda dengan fakultas ku lebih ramai
berisik dan kurang kondusif mungkin bagi mereka orang yang suka
belajar dengan keheningan.
Satu
jam berlalu memang tidak terasa membaca beberpa berita olah raga dari
beberapa koran dengan sumber berbeda tidak hanya itu ku juga
manfaatkan fasilitas komputer disana. Kondisi perpustakaan semngat
sini semakin sepi mungkin mereka pada kuliah alhasil ku lihat isi
perpus hanya 7 orang dua diantaranya adalah petugas perpus itu
sendiri. Tiba-tiba ku dengar suara yang tidak asing di telinga
menyapa ku “mas...lagi ngapain ni di kampus ku? Wah-wah yang
sekripsi keren..?” sapa adi kos ku Aji. Rada kaget juga sih dan
baru ngeh kalo si Aji masih satu fakultas sama dia aku senyum saja
sempat ku berpikir untuk tanya tentang dia langsung ke Aji tapi ku
urungkan niat itu takut ketaun misi ku sama si Aji. Aji pun duduk
disebelah ku persis menggunak komputer didepanya akhirnya ku mulai
percakapan basa-basi dan ku tidak sama sekali menjawab pertanyaan Aji
tadi apa lagi membahas dia. Kulihat jam tangan ku menunjukan jam
11:30 ku pikir dia sudah keluar dari kuliahnya akhirnya ku pamit ke
Aji untuk pulang. Ketika ku membalikan badan untuk menuju ke loker
tempat penitipan tas kulihat dia masuk ke perpus bajunya yang
berwarna orange sangat cerah mengundang lirikan atau pandangan dari
sekitarnya termasuk aku dan tiba-tiba jantung ku berdetak cepat
terakhir kurasakan jantung ku seperti ini pas Seminar Usulan
penelitian ku 6 bulan yang lalu. Rada menyesal kenapa terburu-buru
untuk pulang dan tidak bisa melihat aktivitasnya di ruangan ini tapi
gimana lagi terlanjur dah pamit ke Aji malu lagi posisi sudah
mendekati loker tas. Tapi ku lihat dia tidak menyimpan tasnya di
loker dia langsung menuju petugas perpus terlihat dia begitu akrab
dengan petugas perpus itu tidak lama dia pun bersalaman dan
membalikan badan untuk keluar, aku pun mempercepat gerakan ku untuk
mengambil jaket dan tas dari loker dan bermaksud mengikutinya. Tidak
lama setelah keluar dari ruangan dia masih berada di dekat pintu
perpus itu banyak disapa orang-orang disekitarnya yang ceweknya
menyalaminya mungkin mengucapkan selamat untuk prestasinya dia begitu
terlihat suppel dengan orang-orang disekitarnya. Jauh dengan diri ini
yang tidak begitu berani berkomunikasi dengan banyak orang ya..yang
ku hafal orang-orang hanya teman-teman sekelas saja dan beberapa
teman yang se fakultas dan sejurusan mau jadi apa diri ini? Keluh ku.
Sekarang ku bingung selanjutnya ku ikuti dia kemana ya akhirnya ku
putuskan untuk kembali ke parkiran menemui si merah ku sambil
sesekali ku melirik dia yang sedang dikrubuni teman-temanya. Setelah
sampai ke parkiran ku diam sejenak di atas si merah ku smabil ku
melihat ke posisi dia yang masih di depan perpus tiba-tiba kulihat
dia menuju ke arah ku dengan seorang temanya..otmatis ku lasung
memakai helm dan ku berpura-pura untuk mempersiapkan si merah ku. Dia
dan temanya sampai ke parkiran dan menuju slah satu motor metic
berwarna merah, ternyata dia pergi dengan temanya akhirnya ku lega
juga maksudnya ya mungkin bisa mengi kutinya lagi hehe. Setelah dia
pergi dengan temanya ku langsung emngikutinya dengan jarak ya lumayan
dekat soalnya jalan kampus untuk jam segini ramai pikirku takut
kehilangan jejak dan ternyata mereka masuk salah satu gang yang
tembus ujungnya ke jalan Banjarsari ternyata masuk gang lagi aku
masih tetap mengikuti mereka entah mereka sadar atau tidak dan
pengintaian ku berakhir di sebuah gang kulihat dia turun dan temannya
pun pergi mungkin itu kosan dia wah bahagia nya hati ini hari ini
misi ku berhasil. Aku pun kembali ke kosan dengan hati berbunga-bunga
tentunya.
......
Pagi
ini ku sengaja tidak membawa si merah, rencananya hari ini ku jalan
kaki sampai ke bunderan dengan menyusuri gang yang ditempuh kemarin.
Misi hari ini ku harus berkenalan dengannya bagaimapun caranya tapi
Fd ini rasanya masih berat untuk dilepaskan hehe tertarik juga ini
hati. Jam 8 tepat sudah berangkat dari kos rasanya sudah lupa tuh
nama jalan kaki setelah si merah datang dikehidupan ini, soalnya
waktu jadi Maba naik angkot ke kampusnya ditambah joging ke kampus
pun ga pernah pas ada car free day pun aku pilih tidak ke kampus.
Langkah demi langkah ku susuri jalan gang Tunjung sari eum..ada
sensasi baru serasa semua pusat perhatian ada di di tubuh ini alhasil
cara berjalan pun jadi aneh mungkin bisa dilihat bagaimna yang jarang
jalan kaki, dari kejadian pagi ini ku merasa kagum dengan mereka yang
pulang pergi ke kampus dengan jalan kaki tidak kenal hujan maupun
panas matahri yang sangat menyengat syukur ku bertambah kepada-Nya
masih di berikan kelebihan adanya si merah dikehidupan ku padahal
sebelumnya aku selalu nuntut yang lebih dari apa yang ku miliki saat
ini ya Alloh.. betapa egoisnya diri ini maafkanlah hamba mu ini.
Tiba
di Bunderan ku langsung masuk warung makan Arigato sambil menunggu
dia lewat ku bermaksud sarapan pagi. Jam sudah menunjukan 08:40
ternyata perjalanan dari kos ke bunderan hanya memerlukan waktu 30
menit ditambah makan 10 menit setelah bayar ku masih duduk di kursi
bekas tadi makan sambil mata tertuju kepada satu gang menunggu dia
muncul, ku harap dia sendiri biar ku leluasa berkenalan dengannya.
Setiap orang yang muncul dari gang itu sealalu mengalihkan pandangan
ku, 15 menit pun berlalu dia belum muncul tapi warung makan sudah
penuh karena merasa ga enak akhirnya ku putuskan nunggu dia sambil
jalan pelan. Setelah tiba di gerbang kampus matahri pagi sangat
menyengat alhasil ku percepat langkah ini. Tidak terasa sampai di
kampus dia karena sudah banyak gedung dan pohon-pohon rindang ku
perlambat lagi langkah kaki ini. Sampai tiba di kampus dia ku duduk
diteras gudung E pinggir jalan, jam sudah menujukan jam 09:10 menit
dia belum saja terlihat ku mulai bingung dan merasa aneh pada diriku
sendiri mengapa melakukan hal aneh ini. Semua itu langsung ku tepis
sendiri ini bukan hal aneh tapi perjuangan. Sekitar 10 menit ku
tunggu dirinya tiba-tiba kulihat dari arah jalan ada 5 cewek
berjilbab jalan masuk menuju kampus ku harap dia ada disana, ada satu
warna jilbab yang mencolok dari mereka pirasat ku itu dia karena ku
tau dia ahli dalam menarik perhatian disekitarnya dan ternyata memang
dia mengenakan jilbab biru baju putih dengan rok batik warna biru
yang pas deh dilihat berbeda dengan ke empat temanya yang menggunakan
baju dengan warna-warna gelap dan kalem jadi dia sangat mencolok
sekali. Jantung ku berdetak rada kencang entahlah kenpa ini, posisi
duduk ku lebig ditegakan ku pegang gendongan tas ku dia atas jaket
sambil tatapan ku masih tertuju pada 5 cewek yang berjalan. Sekitar 5
langkah lagi sampai pas ke arah ku 5 cewek itu bubar terbagi tiga ada
yang lurus ada yang belok kanan dan dia belok kiri sendiri ternyata
turun tangga menuju sebuah gedung yang bernama laboratorium nutris,
ku lihat gedung itu masih sepi terlihat dia begitu bersemangat
menaiki tangga sampai di lantai tiga ku amati ternyata dia langsung
duduk dan terlihat membuka sebuah netbook berwarna biru pikir ku dia
mulai online. Aku terpaku melihat gerak geriknya sambil ku memutuskan
apakah ku meneminya atau tidak, bingung rasanya karena terlalu panas
kurasa jaket ku buka dan ku simpan di dalam tas. 10 menit sudah ku
memperhatikanya karena takut keburu ada teman-temanya ku nekad hendak
menemuinya.
Setelah
kaki ini menginjakan lantai tiga rasa ku ga karuan, aku pun mencoba
menenangkan diri disamping tangga yang membuat ku ngos-ngosan aku
coba menarik nafas dalam-dalam, sudah merasa rada tenang ku lanjutkan
perjalanan ini menuju dirinya. Terlihat dia sedang fokus melihat
netbook nya aku tidak langsung menghampiri tapi ku coba menarik
perhatian nya dengan langkah yang sedikit dihentakan kakinya dan ku
alih kan pandangan ke lingkungan sekitar di sebrang kulihat warna
hijau daun dari pohon-pohon yang rindang bergoyang tertiup angin pagi
yang segar, terlihat juga ada beberapa ekor burung kecil
meloncat-loncat dari dahan kedahan wah... pemandangan yang jarang ku
temui. Kira-kira tiga menit ku coba menarik perhatinya belum juga
sukses, akhirnya ku nekad menyapanya ehm “asalamualikum mbak...”
dia pun langsung menoleh ku dengan pandangan yang tajam dan lincah
terlihat sekali dia orang yang pintar sambil senyum dia menjawab
“walikum salam mas... maaf ada yang bisa saya bantu?” serentak
kurasakan ada suhu yang berbeda ditumbuh ini dia memang manis
senyumnya yang simetris dan aura mukanya mencerminkan bahwa dia orang
yang pandai berkomunikasi dan enak untuk diajak berkomunikasi
beberapa detik aku hanya tersenyum simpul tidak menjawab. “gimna
mas?” tanya dia menegaskan ternyata dia berbeda dengan teman-teman
cewek berjilbab di jurusan ku dia lebih komunikatif. “ini mbak...”
belum pun saya melanjutkan jawaban dia sudah langsung menbak “mas
S2 ya? Nunggu Prof Karno? Saya juga mas beliau insyaalloh ada jam 11
nanti.” Jelasnya yang membuat saya bingung langsung saja ku jawab
“bukan Mbak... saya Yuda, teknik mesin 2008 mbak namnya mbak Sonya
kan? Tanyaku kulihat dia terkejut dan sepertinya berfikir “iya mas
saya Sonya, tapi mohon maaf mas saya pelupa orangnya kita pernah
bertemu dimana ya?” jawabnya. “Sebelumnya kita bertemu dulu tidak
sengaja mbak..boleh saya duduk?”Sambung ku sambil duduk
disampingnya tapi ada jarak dan tas dia yang memisahkan kami dia pun
mengangguk. Setelah duduk ku mulai melakukan misi ku kuceritaka
semuanya dari awal pertemuan kami tentang si biru dan permohonan maaf
ku karena sudah membuka beberapa folder kulihat dia pun kaget mukanya
mulai memerah sepertinya dia merasa malu dan menyesal dia pun
tertunduk.”astagfirulloh mas itu keteledoran saya, saya kira mas S2
kemari itu dan saya belum ngecek fd biru itu, soalnya saya jarang
pergunakan fd itu sekarang pun tidak dibawa, aduh saya malu mas
hehe..” sambil menutup muka dengan kedua telapak tanganya, rasa ku
mulai aneh ku sangat mengagumi dirinya sekarang ku coba mengontrol
emosi ku “mohon maaf mbak.. saya sudah lancang melakukan hal-hal
itu” saya khawatir kalo dia berprasangka tidak baik dengan diri ini
“tidak apa-apa mas itu kesalahn saya kok... Fd saya sekarang dibawa
mas boleh saya minta?” jawabnya dengan nada yang lembut dan tenang
dia memang pandai mengontrol emosi kuberikan fd miliknya. Hampir 30
menit kami berbicara setelah mengembalikan fd ku terdiam sambil
menundukan kepala. “Mas bisa minta no hp nya.. besok saya
kembalikan Fd mas dimana atau bagai mana? Tanya nya setelah tukeran
no hp, ku pastikan besok jam berapa dan bagaimana cara kami bertemu
kembali ku sengaja aku lah yang mengambil Fd dengan tempat yang sama
seperti sekarang dia pun tidak keberatan karena besok dia akan
konsultasi dengan dosen lagi.
........
Pertemuan
denganya di siang tadi masih selalu terbayang-bayang sepertinya diri
ini jatuh cinta pada pandangan yang ketiga tepatnya pertemuan tadi
itu. Aku merasa banyak bersyukur telah mengenalnya dari satu minggu
yang lalu banyak perubahan pandangan terhadap sesuatu hal. Kini ku
tak sabar menantikan pertemuan besok pagi, ku sungguh mengaguminya
akhirnya kurasakan pula perasaan dia terhadap si S dalam ceritanya
itu, walaupun hatinya untuk si S tapi aku tidak sungkan mengaguminya.
Ku rasa hari ini adalah hari istimewa selain bisa bertemu dia
konsultasi sekripsipun lancar. Ku ucapkan trimaksih pula pada si biru
yang sudah berkorban dan sebuah Flashdisk yang membuat ku mengubah
pandangan menjadi lebih baik.