AHLAN WASAHLAN

WILUJENG SUMPING DI WEWENGKON SIMKURING NU RESEP CURAT CORET TEU NGANGGO PULPEN JEUNG KERTAS MINANGKA NGABEUBEURAH SORANGAN MANAWI WE AYA MANFAAT NA KANGGO SAMPEAN HATURNUHUN TOS SINDANG KA DIEU ULAH HILAP SINDANG DEUI NYA....HATURNUHUN

Sabtu, 01 September 2012

Ada Hati di Baturraden 2

Ini adalah sebuah ruangan dimana kesepian dan kesunyian begitu mecekam saat malam hari tiba dan ketika si Coklat dan Si Biru Mulai Low bat. jadi tidak bisa mengalihkan suasana soalnya kenapa yang unik dari ruangan luas ini dan disebut kamar tidak ada stop kontak untuk menyambungkan listrik Alhasil kalau mau charger si Coklat dan si Biru harus diluar kamar kan tambah sepi..dan dingin nya...bwaahhhhhhhhhh..gerrrrrrrrrrrrr....dinginya tidak kenal waktu mungkin kecuali dari jam 11 pagi samapai jam 3 sore lumayan tidak harus pake jaket selebihnya dan sebelumnya wooooo...segerrrrrrrrrr dingiinnnnnnnnn....itulah 
Baturraden. Banyak hikmah juga yang didapat dari kesendirian ku di ruangan ini. Pertama begitu merindukan sebuah teman, kedua didunya sudah merasa sepi apalagi di alam kubur nanti dengan dosa yang segudang tidak terbayang bagaimana di alam kubur nanti apalagi ketika belum ada anak sholehah yang mengirimkan doanya sudahlah merinding ingat kesana Naudzubillah YaAlloh. Ketiga begitu Nyata ternyata hikmah bisa membacakan Ayat Suci Alquran dan memang benar Alquran adalah obat segala penyakit hati ini merasakan kenikmatanya di tengah kesendirian di setiap malam diruangan itu. Begitu Indah memang Ruangan yang sangat sederhana ini memberikan arti Kehidupan yang lain untuk hati ini. Satu lagi ada yang menarik dihati ini, selain keluarga Pak Rikin, ada sebuah rumah tepat di depnya rumah Pak Rikin rumahnya memang tidak kalah sederhanya dengan Rumah Pak Rikin itu adalah Rumah seorang kakek Tua beliau adalah Mertua Kakak Kandung Ibu Sumi dan anak kecil itu namnya lupa sih yang pasti anak kecil itu adalah buyut dari si Kakek tadi yang dari kecil tidak di beri ASI kaerana Ibunya terpakasa harus kerja di Kota. Kakek ini selalu meliahat Pulang Perginya diri ini ketika pagi, siang,atau sore. pas berangkat PKL, pulang PKL atau hanya singgah untuk Istirahat. Warga sepanjang Jalan antar BBPTU dan Kosan sudah hampir lumayan Akrab dari mulai anak kecil sampai Kakek, satu lagi ini seorang Kakek yang selalu menyapa diri ini ketika Berangkat ataupun Pulang PKL. Hehe Maklum Fotonya Otomatis ni..jadi kami hanya terlihat Kepalanya saja....H-1 Pulang Kesemarang.

Ada yang Meanarik dari Kakek ini beliau selalu menyapa diri ini kapan pun pas kebetulan si kakek sedang di Luar rumah nya, selalu mengajak diri ini untuk singgah dulu kerumahnya dan selalu bertanya kenapa sendiri kira-kira begitu lah artinya maklaum si kakek pake bahasa ngapaknya jadi ga bisa diri ini tulis apa bunyinya. Memang tidak hanya pas kesempatan ini Saja diri ini memang selalu tertarik dengan mereka para Lansia. karena keberadaan mereka itu adalah hala yang akan kita temui kelak ketika kita diberi Umur panjang sampai seperti keadaan merka. Selalu ada rasa haru dan Iba kalau melihat mereka para Lansia yang masih Bekerja keras. Semoga kelak Kau mendapatkan kenikmatan yang Luar Bisa ya kek... Amin... Ya robbal alamin....


BBPTU  Sapi Perah Memang memberikan banyak memberikan ILmu dan Inspirasai dasamping adalah Foto babapak-bapak super yang luar biasa kalau tidak salah jumlah mereka adalah 41 orang. Meraka bekerja sistem kontrak dengan gaji setiap hari adalah Rp 25.000,- dengan syarat setiap pekerja itu sudah menebang rumput sebanyak 2,5 ton dan tidak lupa harus memdistribusikan rumput yang sudah di copper dan di cacah kasar ke kandang sedangkan letak kandang dengan lahan hijauan itu adalah kurang lebih 2 km. Subhanalloh...woah...memang supper sekali. diantara mereka tidak sedikit adalah bapak-bapak yang sudah mulai tua cukuplah harus istirahat tapi tidak sedikit mereka yang bru lulus SD setara dengan usia SMP atau SMA kira-kira usianya dari 15-68 tahun kalau dari hasil wawancara dengan mandor disana tentang umur para pekerja ini.

Disamping adalah salah seorang Pekerja yang  sedang memikul Rumput menuju gudang penyimpatansatu ikat rumput itu kisaran beratnya antara 60-90 kg dalam satu pikulan sungguh luar bisa bukan tenaga mereka. Mereka memulai kerjanya dimulai dari jam 04.00 WIB sampai beres sekitar jam 11.00 WIB termasuk penebasan, pengangkutan, distribusi dan penimbangan. dari beberpa Pekerja yang aku temuin di BBPTU Sapi Perah Baturraden mereka adalah golongan yang paling rendah penghasilanya dengan pengeluaran tenaga yang sungguh luar biasa. Dari mereka Hati ini banyak mendapatkan inspirasi tentang apa makna sebuah bekerja, makna sebuah pentingnya pendidikan dan makna sebuah kesadaran, kesabaran kalo jawanya "nerimo". mereka disana selain terdorong kebutuhan ekonomi kerdaan mereka jadi penebang rumput karena mereka tidak mempunyai latar belkang pendidikan yang tinggi boro-boro kuliah seperti saya bnyak pula diantara mereka SD pun tidak tamat. begitu lah kawan bersambung deh semoga bermanfaat..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar