Ini adalah sebuah ruangan dimana kesepian dan kesunyian begitu mecekam saat malam hari tiba dan ketika si Coklat dan Si Biru Mulai Low bat. jadi tidak bisa mengalihkan suasana soalnya kenapa yang unik dari ruangan luas ini dan disebut kamar tidak ada stop kontak untuk menyambungkan listrik Alhasil kalau mau charger si Coklat dan si Biru harus diluar kamar kan tambah sepi..dan dingin nya...bwaahhhhhhhhhh..gerrrrrrrrrrrrr....dinginya tidak kenal waktu mungkin kecuali dari jam 11 pagi samapai jam 3 sore lumayan tidak harus pake jaket selebihnya dan sebelumnya wooooo...segerrrrrrrrrr dingiinnnnnnnnn....itulah
BBPTU Sapi Perah Memang memberikan banyak memberikan ILmu dan Inspirasai dasamping adalah Foto babapak-bapak super yang luar biasa kalau tidak salah jumlah mereka adalah 41 orang. Meraka bekerja sistem kontrak dengan gaji setiap hari adalah Rp 25.000,- dengan syarat setiap pekerja itu sudah menebang rumput sebanyak 2,5 ton dan tidak lupa harus memdistribusikan rumput yang sudah di copper dan di cacah kasar ke kandang sedangkan letak kandang dengan lahan hijauan itu adalah kurang lebih 2 km. Subhanalloh...woah...memang supper sekali. diantara mereka tidak sedikit adalah bapak-bapak yang sudah mulai tua cukuplah harus istirahat tapi tidak sedikit mereka yang bru lulus SD setara dengan usia SMP atau SMA kira-kira usianya dari 15-68 tahun kalau dari hasil wawancara dengan mandor disana tentang umur para pekerja ini.
Disamping adalah salah seorang Pekerja yang sedang memikul Rumput menuju gudang penyimpatansatu ikat rumput itu kisaran beratnya antara 60-90 kg dalam satu pikulan sungguh luar bisa bukan tenaga mereka. Mereka memulai kerjanya dimulai dari jam 04.00 WIB sampai beres sekitar jam 11.00 WIB termasuk penebasan, pengangkutan, distribusi dan penimbangan. dari beberpa Pekerja yang aku temuin di BBPTU Sapi Perah Baturraden mereka adalah golongan yang paling rendah penghasilanya dengan pengeluaran tenaga yang sungguh luar biasa. Dari mereka Hati ini banyak mendapatkan inspirasi tentang apa makna sebuah bekerja, makna sebuah pentingnya pendidikan dan makna sebuah kesadaran, kesabaran kalo jawanya "nerimo". mereka disana selain terdorong kebutuhan ekonomi kerdaan mereka jadi penebang rumput karena mereka tidak mempunyai latar belkang pendidikan yang tinggi boro-boro kuliah seperti saya bnyak pula diantara mereka SD pun tidak tamat. begitu lah kawan bersambung deh semoga bermanfaat..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar