
Ku temukan mereka...dalam kesepian dan kesendirian diri ini. Ku dapatkan kehangatan, kebahagian, dan keharuan dari Mereka "Pak Rikin, Bu Sumi dan Ali" kalau yang pake baju Putih itu Lupa ya beliau adalah Kakak iparnya Ibu Sumi
Pak Rikin adalah sosok seorang bapak yang cukup mengayomi keluarga ini, hobinya adalah mancing setiap sore beliau selalu mancing di kali yang letaknya tidak begitu jauh dari Rumah. Ibu bilang Kalau bapak tidak mancing satu hari katanya suka marah-marah tidak jelas kalao bahasa kita nyamah "bad mood" gitu kali ya... Pak rikin gemar sekali membuat cerita-cerita lucu dengan bahasa Indonesia dan nadanya ngapak alhasil diri ini tertawa sih..tapi bukan dengan kalimatnya yang pasti yang membuat geli nada ngapaknya itu loh...hehehe..aduh pak jadi terbayang lagi kapan ya kita bisa bertemu lagi. Selain itu Pak Rikin juga gemar sekali bercerita tentang pengalaman mudanya tapi anehnya pengalaman nya selalu identik mistis gitu serem deh ah pak dengernya... memang dengan Penapilan Pak rikin sebagai Petugas Kebersihan dan Pekerja Serabutan dengan Kumis yang dua warna terkesan seram. Tapi Subhanalloh dibalik semua itu hatinya begitu bersih, dan sangat dermawan. Dalam satu pagi sempat ku melihat Pak Rikin bersih-bersih rumah mulai dari nyapu, buang sampah sampai ngepai lantai, subhanalloh masih jarang loh seorang kepala rumah tangga mengerjakan hal yang seperti itu.
Ada Ibu Sumi, ibu yang lembut, sabar, rajin dan kreatif ini banyak memberikan inspirasi untuk diri ini. Pasakannya yang enak sangat mendekati rasa masakan mamah dirumah. Jangan salah loh hampir satu Bulan PKL di Baturraden ini BB aku naik 3 kg loh...yaiyalah makan tiga kali sekali Full plus pagi-pagi susu atau teh anget dengan Gorengan pisang atau bakwan atau mendoan. Sayur selalu tersedia oseng-oseng dan menu tiap makan relatif sering berubah. Subhanalloh keberadaan diri ini dikeluarga kecil ini memang istimewa diperhatikan 100% mulai bangun tidur sampai tidur kembali, soh rumah sederhana ini tidak kalah nyamannya dengan hotel-hotel pinggir jalan sepanjang jalan Baturraden itu lah.
Ali anak yang penyayang dan pemerhati orang yang disayanginya, dia waktu itu masih kelas 2 SD. Karena Berantem dengan Seorang kakak kelasnya yang kelas 6 akhirnya dia kena imbasnya kedua lututnya terjatuh dan berdarah luka cukup lumayan besar. sayangnya karena Ali itu anak tunggal begitu manja dan tidak mau dibersihkan lukanya.Alhasil lukanya pun Infeksi hampir 2 hari Ali sakit tidak bisa berjalan tambah deh manjanya. Tapi semoga kelak kau menjadi anak yang solehah ya Ali..kasihan Ibu dan bapak ya...

Ini adalah rumah yang memberikan perlindungan, dan kenyamanan pada diri ini selama seminggu walau begitu terasa sunyi dikala malam hari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar