Dokter... cinta ku
Bulan bulan kebelakang ini..mungkin
tepatnya pada tahun 2011, diri ini sering sekali berhubungan dengan namanya
dokter, dokter disini tentunya dokter manusia lah..soalnya ni badan termasuk
manusia hehehe.otak ini jadi berfikir apa yang terjadi sebenarnya dengan
seluruh organ tubuh ini, memang sih nampak terlihat sehat bugar saja.. hanya
mungkin kalo lihat dengan jelas ada sedikit kekurangan yaitu kurang sedikit
berisi lah.. alias langsingnya terlalu hehe.. Nampak sekilas memang terlihat bugar-bugar
saja kalo ada orang yang tidak memahami diri ini dengan benar ya wajar sajalah,
dikeseharian saja diri ini selalu nampak orang normal, memang sebuah pantangan
besar kalo harus memperlihatkan kesakitan atau ngeluh di depan orang lain
kecuali di depan orang-orang spesial z sih..ini badan kadang aneh terutama
kepala...eum dokter di salah satu Rumahsakit yang 2 kali sempat jadi tenpat
nginap sih, bilangnya harus dikasih obat terus..evry day..gilee..bgt kan “
gimana nanti sang Ginjal..selain itu gimna departemen perekonomian padahal
sudah tidak ada devisa yang rutin hehehe..ya seperti itulah mengingat satu pil
permen kecil yang pahit itu yang sering kita kenal dengan obat hargnya tujuh
rebu satu pil so satu hari butuh 14.000 belum dikali tiga puluh hari dalam satu
bulan dan satu tahunya berapa?, yang ada tabungan ambles..hehe memang dah
kenyataan tuh ambles entah kemana.
Setelah dipikir-pikir lagi kenapa sih
harus ke dokter? Eh ternyata ada sebuah memori yang terbuka kembali sejak
tertutup 3 tahun di pondok indah yang kami biasa sebut“Asetri” hehe..jadinya
pengen ketawa deh ingat itu. Asal muasal kenapa ketemu dokter terus karena
belum tuh, ketemu dokter laki-laki yang cakep, baik hati, pintar plus tajir dan
selama ini ketemunya alhamdulillah selalu dengan ibu dokter yang baik hati
berjilbab lebar, ramah, dan perhatian naman panggilanya pun mirip dengan nama
ini hanya saja beda huruf vokal akhir. Tiga tahun yang lalu pas SMA masa yang
memang bisa dibilang prihatin deh, ketika melihat mama tergeletak lemah di atas
ranjang sebuah rumah sakit umum di kota asal diri ini. Karena kami termasuk
orang golongan bawah dari segi ekonominya kami pun harus rela melihat mama di
rawat di ruangan kamar yang paling rendah kualitasnya miris sekali deh kalo
ingat hal itu.
Dari sanalah hati ini ada sebuah
keinginan menjadi seorang dokter kalo tidak kesampaian punya Pasangan hidup
harus dokter utuk tipe dokternya tidak spesifik masih abstrak namun keinginan
itu memang tertancap dalam dilubuk hati ini, ya jujur dah sampai saat ini masih
ada tuh masih mencapai 80% lah,, masih besar kan?. Ketika pertama keinginan itu
tumbuh dihati bertepatan pada saat ujian blok semester akhir kelas sepuluh SMA.
Sejalannya dengan waktu diri ini termasuk aktivis SMA pada saat itu
alhamdulillah dapat terpilih dan berkesempatan menjadi delagasi kabupaten untuk
mengikuti event nasional yaitu Jambore Nasional 2006 dan Perkemahan tingkat
Nasional Saka Bhakti Husada 2006. Bukan sombong, diri ini akui memang mempunyai
watak suppel atau gampang berkomunikasi dengan orang lain beragam watak atau
daerah asal, watak ini didapat kan dari mama yang luar biasa bgt lah..pandai
berkomunikasi dengan orang.memang tidak hanya diri ini hampir semua saudara
kandung mempunyai watak yang sama so alhamdulillah kami selalu dipercaya
walaupun berpergian kemana-mana di daerah manapun. Mulai buka-bukaan ni, dengan
demikian dalam dua event itu diri ini pun banyak kenalan dari berbagai daerah
yang berbeda yang masih ingat yang paling dekat itu Bli D dr Bali, si KK A dari
Jateng, Ane dr Banten dan abang F dari JKT terus beberapa lupa namnya dari
Makasar, NTT (Eka), NTB dan Palembang. Karena ambisi sebelumnya, kenalan yang
paling difokuskan adalah dari Bali, Jateng, Banten dan JKT semuanya kaum adam
karena apa? Karena mereka adalah mahsiswa kedokteran hehehehe...10 hari bersama
mereka memang terlalu singkat rasanya tidak sedikit sih teman kaum hawa nya
bnyak..Cuma tidak begitu di fokuskan seperti 4 orang tadi. Kebetulan pas waktu
itu sudah trend namnya SMS ya dengan HP nokia 2300 itu diri ini bisa berkenalan
dan berkomunikasi dengan 4 orang itu berlanjut. Namun sejalan nya dengan waktu
ada beberapa orang yang tereliminasi alam dan diri ini eliminasi. Faktor
penyebabnya adalah 1 karena berbeda keyakinan dia agama budha siapa? Ya tepat Bli
D dari bali sudah tereliminasi kami berkomunikasi tdak begitu rutin just say
hallo, dan how are you?. Jadi masih ade 3 orang lagi namun sejalannya dengan
waktu ANE dari banten harus terhapus karena apa? Karena jarang kuliah dan out
dari kuliahnya waduh...sayang kan..kedokteran.. gitu loh? Entah apa alasanya
mungkin karena faktor yng lain dan pribadi. secara kuliahnya di universitas
suwasta pasti mahal kan?. Nah alhasil tinggal 2 orang lagi dari Jateng dan JKt
si KK ma si Abang ini...wow..funtastis deh kami berkomunikasinya evry
day..mungkin hampir tiga tahun berkomunkasi akrab bgt melalui SMS dan Telpn.
Rasanya punya sahabat SMS gitu deh..dari mulai bersetatus teman, sahabat, KK
adik eum...TTM sampai..Ups SLJJ menjadi SCJJ alias Sambungan Cinta Jarak Jauh.
SCJJ pun berjalan lancar terutama denga
si kk dari Jateng, ya itupun yang menjadi salah satu Motivasi diri ini kenapa
kuliah di daerah Jateng tidak di Jabar saja. ketika diri ini lulus SMA wow
bergelut seribu rasa yang ada di hati dan pikiran yang utama itu pengen kuliah
gratis tidak menyusahkan mama..itu yang utama alhasil SCJJ kami pun terhambat.
Alhamdulilah diri ini diberikan kesempatan dapat kuliah bersama salah satu
beasiswa unggulan di negeri ini dan diri ini diterima di PTN ternama di JATENG
walaupun tidak kedokteran namun masih ada keterkaitan yaitu NUTRISI masih
berbau kesehatan lah..hehe..memang namanya takdir itu yang tau ya sang Kholiq
lah..yang Maha Tau. Dengan jalan beasiswa yang didapatkan ada bnyak ilmu yang
didapat, pertama karena suatu surat perjanjian dan kesanggupan syarat
mendapatkan beasiswa, diri ini secara sepihak memutuskan langsung SCJJ dengan
tidak mengubur keinginan Tiga tahun yang lalu. Hati ini pun mentancapkan
beberapa keinginan yang mulia. Pikir diri ni karena baesiswa hal yang utama,
pada waktu itu kehilangan SCJJ pun tidak apa2 asal dapat Beasiswa dan bisa
Kuliah di PTN terkemuka di daerah Asal si KK. Di lain pihak si KK lagi
benar-benar kuat, tidak menerima alasan apapun yang diri ini jelaskan tentang
peraturan beasiswa itu. Hubungan komunikasi kami bagaikan telur diujung tanduk
ditambah pada saat itu KK lg banyak menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya tingkat
akhir dan bersiap untk mengambil propesi kedokteran. Memang tidak disangka
sebelumnya si KK kuliahnya di sebuah universitas Swasta di Jogjakarta dan
ternyata wilayah kampus kami berbeda alhasil setelah mengenal dunia kampus
komunikasi kami pun selasai tak berkesimpulan. Hanya saja diri ini sudah
berkomitmen dan berjanji kepada beasiswa dan diri sendiri untuk meningglkan
kata Pacaran dalam bentuk apapun itu. Mengenal dunia ASETRI dan BEASISWA
UNGGULAN yang didapat Subhanalloh..mendapatkan teman dan Keluwarga yang Luar
biasa alhasil ketidak adaan komunikasi dengan si KK dapat tergantikan dengan
semngat dan motivasi luar biasa yang terpancar dari kesibukan dunia kampus,
lingkungan dan Asetri kemudian Pembinaan Pekanan.
Bogor, Juli 2009 “drett...drett...(HP
bergetar diatas Kasur) tiba-tiba ada no M3 yang tidak asing rasanya no itu
dikenal namun tidak ada nama kontaknya...sejenak kepala ini berpikir dan hati
ini bertanya no siapa?. Tidak disangka dan mungkin bisa dikatakan lupa setelah
diangkat dan mendengar suaranya DuG jatung ini langsung berdetak kencang,
keringat dingin pun tiba-tiba keluwar dan rasa begitu gugup setelah mendengar
suara disebrang telpon sana dengan terbata-bata mulut ini menjawab salam dari
nya. Siapakah orang itu? Dan ada apa kabar yang didapat? Heummmmmmmmmmmmmmm
setelah ditutup telpon itu, hidung ini menghirup udara dalam-dalam. Untuk
melepas kegelisahan dan kegundahan yang tadi sekejap mungkin muka ini
berekspresi tegang dan bengong pikiran pun melayang ke tiga tahun silam,
mungkin juga pada saat itu mata ini mengeluarkan air sedikit sampai teman
sekamar sama-sama penerima Beasiswa yang berasal dari Ibu kota bertanya dan
terheran. Sedikitpun mulut ini tidak mengeluarkan kata apapun pada saat itu
mungkin hampir 1-2 jam diri ini hanya berdiam diri namun beraktifitas
mengerjakan yang lain, berdiam diri disini menutup mulut tidak berkomunikasi
apapun dengan teman disekeliling. Entah bagaimna rasanya saat itu dan
bertepatan juga pada saat kami dikumpulkan di Bogor di acara tahunan pertemuan
nasional antara sesama penerima beasiswa.
Telepon itu dari si KK yang intinya
memberikan kabar bahwa sebentar lagi dia wisuda dan membereskan pendidikan
Propesinya, kemudian hendak memperjelas hubungan atau dengan bahsa teman-teman
Asetri akan mengkhitbah diri ini dan meminta untuk dipertemukan dengan Mama.
Telepon itu tak satupun ada percakapan yang keluwar dari mulut ini hanya tadi
menjawab salam yang terbata-bata. Entah bagimana yang dirasakan si KK disana
yang tidak mendapatkan jawaban apapun dari diri ini sampai telpon pun
dimatikannya sendiri. Peristiwa itu sempat menghantui sampai satu hari alhasil
diri ini tidak begitu konsentrasi mengikuti kegiatan padahal acaranya bagus
yaitu talk show dari seorang wartawan koran ternama yang telah berpengalaman
langsung berada di Jalur Gaza. Tugas membuat artikel pun tidak dilakukan
ya,,karena peristiwa itu. Namun alhamdulillah hati ini bisa membuka pikiran
yang baik dengan semngat motivasi lingkungan sekitar akhirnya diri ni bisa
melupakan kejadian itu dan bisa berkonsentrasi mengikuti kegiatan nasional itu.
Tidak ada seorang pun yang tau tentang kejadian itu bahkan keluwarga. No hp
yang tadi enatah kenapa langsung di delet tidak ada pikiran apapun yang menjurus
untuk memikirkan peristiwa telpon tadi dan setelah usai kegiatan nasional pun
tidak dihubungi. sempat ada niatan untuk sms tapi terlanjur no hp itu sudah
terhapus.
Peristiwa telepon itu memang sempat
menghantui pikiran ini dalam beberpa minggu, namun alhamdulillah masih
terkalahkan motivasi diri ini untuk meraih mimpi yang lain sampai akhirnya
tahun kedua di kampus saya dapat email yang mengejutkan sih mungkin ya sama
terkejutnya ketika telpon yang lalu hehe...tpi terkejut ni..lebih dalamnya ke hati
bukan ke jantung... apa coba isi emailnya?. Sebuah file dengan bentuk JPG
terlihat seperti hasil Scan bertulisan kata-kata indah berwarna biru muda
dengan hiasan bunga cantik dan kaligrafi sebuah ayat alquran dengn tinta mas.
Sudah menebak apa itu? Ya..surat undangan pernikahan tertulis disana namanya
dengan lenkap dan sudah bertitel dr alias Dokter dengan nama seorang perempuan
yang bagus dilihat titelnya S.kep.hehehe..mengenang
itu...rasanya.............................................................sensor
ah.
Sejalanya waktu di dunia ini, dan
berbagai peristiwa yang terjadi banyak ilmu yang di dapat, pengalaman,
pemahaman, sahabat, teman, keluwarga dan kebiasan baik, etos serta motivasi
sudah merubah paradigma dalam diri ini. Dan dokter yang paling hebat adalah
Dokter kehidupan siapa pun orangnya, apapun itu, bagaimna pun pekerjaanya,
dimanpun berada, kapanpun bertemunya, mengapa demikian. Diri ini
yakin..perbaikilah diri terlebih dahulu maka hingga ujung waktu dan waktu yang
tepat Dokter kehidupan pun ada.
:):) Tetap brrsemangatt..semoga mendapatkan pengganti yang lebih baik... ;) ;)
BalasHapussalam kenal,
www.aniamaharani.blogspot.com
hehehe...trimaksih teman....
BalasHapusamin......